SDF Pasang Ranjau di Tempat Publik Target Warga Suriah - Tanah Sari

Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Wednesday, January 21, 2026

SDF Pasang Ranjau di Tempat Publik Target Warga Suriah

Situasi keamanan di wilayah timur laut Suriah kembali memanas menyusul pernyataan resmi dari Badan Operasi Angkatan Darat Arab Suriah. Lembaga tersebut menuding SDF dan unsur teroris PKK/YPG melakukan tindakan berbahaya sebelum meninggalkan sejumlah posisi mereka.

Menurut pernyataan itu, SDF dan PKK diduga telah memasang bahan peledak di pintu, lorong, dan terowongan. Langkah ini disebut sebagai bagian dari strategi bumi hangus yang dapat membahayakan warga sipil maupun pasukan yang memasuki wilayah tersebut.

Bahan peledak tersebut tidak hanya dipasang secara konvensional, tetapi juga disamarkan dalam bentuk batu dan bata bangunan. Metode ini dinilai sulit dideteksi dan meningkatkan risiko korban jiwa secara tidak langsung.

Selain itu, berbagai laporan menyebutkan bahwa perabotan rumah tangga, kendaraan, serta bangunan tempat mereka sebelumnya bermarkas turut dipasangi jebakan. Rumah-rumah yang berada dekat jalan umum juga disebut tidak luput dari praktik tersebut.

Pihak militer Suriah menilai tindakan ini sebagai pelanggaran serius terhadap hukum humaniter. Menurut mereka, penggunaan jebakan di area sipil menunjukkan ketidakpedulian terhadap keselamatan masyarakat setempat.

Ketegangan ini semakin meningkat dengan beredarnya laporan mengenai serangan drone misterius di kota Qamishli. Serangan tersebut dikabarkan menargetkan sebuah pertemuan penting pada malam hari.

Dalam laporan itu disebutkan bahwa seorang komandan senior PKK/SDF bernama Sipan Hamo tewas dalam serangan tersebut. Hingga kini, kewarganegaraan atau pihak pengoperasi drone belum diketahui secara pasti.

Sipan Hamo dikenal luas sebagai pemimpin de facto sayap PKK di Suriah. Namanya kerap dikaitkan dengan berbagai operasi militer dan koordinasi lintas wilayah dalam struktur SDF.

Kematian tokoh ini dipandang sebagai pukulan signifikan bagi jaringan PKK di Suriah. Sejumlah analis menilai peristiwa ini dapat memicu perubahan peta kekuatan di kawasan tersebut.

Di sisi lain, belum ada pernyataan resmi dari SDF maupun PKK yang mengonfirmasi atau membantah kabar tewasnya Sipan Hamo. Keheningan ini justru memicu spekulasi di kalangan pengamat regional.

Qamishli sendiri merupakan kota strategis yang kerap menjadi pusat aktivitas politik dan militer di timur laut Suriah. Kota ini juga menjadi titik pertemuan kepentingan berbagai aktor lokal dan internasional.

Sumber-sumber lokal melaporkan adanya peningkatan kewaspadaan dan pengetatan keamanan pasca serangan drone tersebut. Aktivitas warga disebut sempat terganggu akibat kekhawatiran akan serangan lanjutan.

Militer Suriah menegaskan bahwa pembersihan ranjau dan bahan peledak menjadi prioritas utama demi melindungi warga sipil. Operasi penyisiran diklaim terus dilakukan secara bertahap.

Menurut pernyataan resmi, jebakan-jebakan yang ditinggalkan SDF dan PKK memperlihatkan pola yang sistematis. Hal ini dinilai sebagai indikasi perencanaan matang sebelum penarikan diri dari lokasi tertentu.

Isu keterlibatan pihak asing dalam serangan drone juga menjadi sorotan. Beberapa analis menilai penggunaan drone canggih mengindikasikan kemampuan teknologi tingkat tinggi.

Namun hingga kini, tidak ada negara yang secara terbuka mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. Ketidakjelasan ini menambah kompleksitas situasi keamanan di Suriah timur laut.

Pemerintah Suriah menilai kejadian ini sebagai bagian dari dinamika konflik yang belum sepenuhnya berakhir. Meski intensitas perang menurun, ancaman keamanan masih dinilai nyata.

Di tingkat regional, peristiwa ini berpotensi memengaruhi hubungan antara aktor-aktor yang terlibat di Suriah. Setiap perubahan kepemimpinan militer dapat membawa konsekuensi strategis.

Para pengamat juga mengingatkan bahwa eskalasi semacam ini dapat berdampak langsung pada stabilitas sosial. Warga sipil kembali menjadi pihak paling rentan dalam konflik berkepanjangan.

Dengan meningkatnya laporan kekerasan dan operasi tersembunyi, masa depan keamanan di timur laut Suriah kembali dipertanyakan. Situasi di Qamishli menjadi cermin rapuhnya stabilitas yang selama ini dibangun.

Perkembangan selanjutnya masih dinantikan seiring belum adanya klarifikasi resmi dari semua pihak terkait. Yang jelas, konflik Suriah terus memasuki babak baru dengan pola dan aktor yang semakin kompleks.

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad

Pages