UAE Bakal Donasikan 20 Mirage ke Ethiopia? - Tanah Sari

Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Monday, January 26, 2026

UAE Bakal Donasikan 20 Mirage ke Ethiopia?

Pada 25 Januari 2026, media sosial dan sumber-sumber militer melaporkan rencana Uni Emirat Arab (UAE) untuk mendonasikan sekitar 20 pesawat tempur multiperan Mirage 2000 ke Ethiopia. Pengumuman ini bertepatan dengan perayaan ulang tahun ke-90 Angkatan Udara Ethiopia, yang dimeriahkan dengan pertunjukan udara Black Lion 2026.

Acara Black Lion 2026 berlangsung dari 23 hingga 27 Januari di Pangkalan Udara Harar Meda, Bishoftu, Ethiopia. UAE berpartisipasi dengan demonstrasi pesawat Mirage 2000, F-16 Block 60, dan helikopter Apache AH-64, menunjukkan tingkat kerja sama militer yang semakin erat antara kedua negara.

Donasi ini dipandang sebagai dorongan strategis bagi Angkatan Udara Ethiopia, yang saat ini mengoperasikan pesawat seperti Sukhoi Su-30 dan Mi-35. Mirage 2000 versi UAE merupakan model modern, lengkap dengan persenjataan canggih, yang dapat meningkatkan kemampuan pertahanan udara Ethiopia secara signifikan.

Mirage 2000 adalah pesawat tempur buatan Prancis dari Dassault Aviation, dikenal dengan desain delta-wing yang memberikan manuverabilitas tinggi dan kecepatan supersonik. Pesawat ini mampu melaksanakan berbagai misi, termasuk serangan darat, udara-ke-udara, dan pengintaian.

Sejak 1980-an, UAE telah mengoperasikan Mirage 2000, khususnya versi -9 yang ditingkatkan dengan radar RDY dan sistem avionik modern. Donasi ini diyakini bagian dari strategi UAE untuk memperbarui armada mereka dengan Rafale F4 yang lebih canggih.

Bagi Ethiopia, penambahan 20 Mirage 2000 akan memperkuat posisi mereka di kawasan Afrika Timur, khususnya di tengah ketegangan dengan Somalia, Sudan, dan isu perbatasan di Tanduk Afrika. Langkah ini juga menegaskan dukungan UAE terhadap pemerintahan Perdana Menteri Abiy Ahmed.

Kerja sama UAE-Ethiopia sebelumnya telah terlihat dalam intervensi UAE pada konflik Tigray, termasuk bantuan logistik dan pengiriman drone. Donasi jet tempur ini dapat dilihat sebagai kelanjutan dari aliansi strategis yang semakin mendalam.

Namun, langkah ini memicu reaksi dari beberapa negara Arab. Beberapa analis menilai donasi UAE sebagai balasan terhadap dukungan Mesir kepada Arab Saudi dalam isu Yaman, Somalia dan Sudan, sekaligus sebagai simbol pengaruh UAE di kawasan.

Di Mesir, yang memiliki armada Rafale dan Mirage sendiri, donasi ini dianggap tantangan langsung. Ketegangan sejarah terkait Bendungan GERD antara Mesir dan Ethiopia membuat tambahan jet tempur ini memiliki dimensi politik tambahan.

Media sosial memperlihatkan beragam reaksi publik, mulai dari dukungan terhadap UAE-Ethiopia hingga kritikan keras, dengan beberapa pengguna menyerukan respons tegas dari Mesir dan Arab Saudi. Narasi ini menegaskan bagaimana langkah militer juga menjadi alat diplomasi publik.

Selain itu, laporan menunjukkan bahwa UAE menggunakan Ethiopia sebagai jalur transit untuk senjata ke Rapid Support Forces (RSF) di Sudan, meskipun pihak UAE membantah tuduhan ini. Langkah ini menegaskan peran Ethiopia sebagai titik strategis bagi logistik regional UAE.

Angkatan Udara Ethiopia, yang berdiri sejak 1935, telah berkembang dari pesawat sederhana menjadi kekuatan regional, berkat bantuan dari Rusia dan sekarang UAE. Acara ulang tahun kali ini juga diikuti oleh delegasi militer dari Rusia, Maroko, dan Ceko.

Sebelumnya, UAE sempat mempertimbangkan transfer Mirage 2000 ke Maroko, dengan diskusi terkait 30 unit, menandakan strategi mereka mendistribusikan armada lama ke sekutu regional. Hal ini menunjukkan fleksibilitas UAE dalam manajemen armada dan pengaruh militer di Afrika.

Donasi ke Ethiopia kemungkinan memerlukan persetujuan Prancis sebagai produsen asli, meski UAE memiliki hak untuk menjual atau mendonasikan unit berdasarkan kesepakatan sebelumnya. Hal ini menjadi salah satu faktor penting dalam diplomasi militer multilateral.

Implikasi keamanan regional cukup signifikan. Potensi peningkatan ketegangan di Tanduk Afrika meningkat, karena Ethiopia menghadapi masalah perbatasan dan konflik internal di Somalia, Eritrea, serta keterlibatan dalam Sudan.

Beberapa pengamat berspekulasi jet-jet Mirage ini akan digunakan untuk latihan dan operasi bersama, sekaligus meningkatkan kemampuan Ethiopia dalam keseimbangan kekuatan di kawasan. Hal ini menegaskan peran strategis Ethiopia di stabilitas regional.

Di sisi lain, kritik muncul terkait potensi eskalasi konflik di Sudan, mengingat Ethiopia berperan sebagai jalur suplai UAE. Para analis menekankan pentingnya pengawasan internasional terhadap transfer militer di wilayah konflik.

Secara keseluruhan, langkah UAE menegaskan posisi mereka sebagai pemain kunci dalam dinamika militer Afrika, dengan pengaruh yang melampaui sekadar bantuan ekonomi dan investasi. Strategi ini memperluas kontrol mereka di sektor pertahanan dan logistik regional.

Donasi 20 Mirage 2000 tidak hanya menjadi simbol persahabatan antara UAE dan Ethiopia, tetapi juga menandai pergeseran kekuatan strategis di Afrika Timur. Langkah ini diperkirakan akan memengaruhi keseimbangan militer, politik, dan ekonomi dalam beberapa tahun mendatang.

Langkah UAE ini juga memperlihatkan bahwa negara-negara Teluk dapat memainkan peran signifikan dalam politik Afrika, baik melalui investasi ekonomi maupun transfer teknologi militer, sekaligus memperluas pengaruh geopolitik mereka di luar kawasan Teluk.

Reaksi Regional

Reaksi keras netizen Arab muncul setelah rencana Uni Emirat Arab (UAE) mendonasikan 20 jet tempur Mirage 2000 ke Ethiopia. Banyak komentar menilai langkah ini sebagai provokasi terhadap Mesir dan negara Arab lainnya. Beberapa menyindir kedekatan UAE dengan Israel dan menuduh donasi jet ini sebagai balas dendam atas dukungan Mesir terhadap Arab Saudi di Yaman.

Ketegangan ini muncul bersamaan dengan wacana rumor pembelian jet JF-17 dari Pakistan oleh Arab Saudi. Rumor menyebut jet ini akan didonasikan ke negara-negara sekutu seperti Somalia, Sudan, Yaman, dan Suriah. Hingga kini, informasi ini masih belum terkonfirmasi oleh pihak resmi.

Isu donasi jet tempur selalu memicu reaksi geopolitik karena pesawat modern bukan sekadar alat pertahanan, tetapi juga simbol pengaruh. Donasi UAE ke Ethiopia dipandang memperkuat posisi Ethiopia di Afrika Timur, sekaligus menjadi alat diplomasi strategis bagi UAE.

Pengalaman Indonesia menunjukkan sisi lain dari wacana donasi pesawat tempur. Pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Indonesia pernah ditawarkan donasi pesawat Mirage oleh Qatar. Tawaran itu terkait keberhasilan Qatar mengakuisisi saham Indosat yang sebelumnya dipegang Singapura.

Namun saat itu, Indonesia menolak tawaran Mirage. Salah satu alasan utama adalah keterbatasan fasilitas perawatan untuk pesawat buatan Perancis, yang membuat operasional dan logistik pesawat menjadi sulit dijalankan secara efektif di Indonesia.

Belakangan, di era Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Indonesia mulai membeli pesawat Rafale dari Prancis. Keputusan ini didukung oleh kesiapan fasilitas dan rencana modernisasi armada udara nasional, termasuk kemampuan perawatan dan dukungan logistik yang memadai.

Dari perspektif geopolitik, donasi pesawat seperti Mirage 2000 dan potensi JF-17 bisa menjadi alat pengaruh yang efektif. Negara donor dapat memperkuat sekutu dan menegaskan posisinya dalam dinamika regional, sementara negara penerima mendapatkan peningkatan kemampuan pertahanan.

Namun, langkah ini juga rawan memicu ketegangan. Reaksi negatif dari Mesir, Arab Saudi, atau negara Arab lainnya menunjukkan bahwa donasi militer tidak pernah sekadar soal teknis, tetapi selalu memiliki implikasi politik dan diplomasi yang luas.

Di media sosial, komentar beragam mencerminkan polarisasi yang tajam. Di satu sisi ada kemarahan dan tuduhan pengkhianatan dari netizen Arab pro-Mesir, sementara di sisi lain muncul dukungan dari Ethiopia yang melihat donasi jet sebagai peningkatan kapabilitas militer mereka.

Secara keseluruhan, pengalaman Indonesia, wacana donasi UAE, dan rumor JF-17 menunjukkan bahwa transfer pesawat tempur selalu menjadi isu strategis dan sensitif. Tidak hanya soal teknologi, tetapi juga simbol kekuatan, aliansi, dan pengaruh dalam kancah geopolitik regional dan global.

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad

Pages